Desain bandara luar angkasa, Spaceport America. (Spaceport America Conceptual Images)
Friday, July 29, 2011
Spaceport America, Bandara Luar Angkasa
Desain bandara luar angkasa, Spaceport America. (Spaceport America Conceptual Images)
Bandara didesain ramah lingkungan. Ia menggunakan teknologi yang disebut “Earth Tubes”.
Meski konstruksi bandara belum benar-benar rampung, akan tetapi sejak Oktober 2009, delapan misi penerbangan sub orbit (100 kilometer di atas permukaan laut) telah diluncurkan dari bandara tersebut. Bandara ini sendiri baru akan tuntas dibangun pada tahun 2011.Teleskop Hubble Temukan Galaksi Tertua
UDFj-39546824, galaksi tertua yang lahir 480 juta tahun setelah Big Bang.
Berdasarkan kalkulasi, diperkirakan galaksi ini lahir 480 juta tahun setelah Big Bang.
Teleskop ruang angkasa Hubble telah mendeteksi sebuah galaksi baru. Galaksi ini merupakan galaksi tertua yang pernah terdeteksi. Ukurannya yang kecil juga berpotensi menyimpan petunjuk bagaimana bintang terbentuk saat alam semesta masih berusia muda.
Setitik cahaya kecil dari galaksi itu yang berhasil ditangkap oleh telescop Hubble yang mengorbit di Bumi membutuhkan 13,2 ribu juta tahun untuk mencapai Bumi. Artinya, galaksi tersebut hadir sekitar 480 juta tahun setelah Big Bang terjadi.
Meski terdapat kemungkinan bahwa masih ada galaksi lain yang lebih tua dibanding galaksi yang baru ditemukan ini, akan tetapi, menurut para astronom, ia hanya bisa dideteksi oleh sensor generasi mendatang yang akan hadir di teleskop penerus Hubble.
“Kita sudah semakin dekat untuk mendapati galaksi pertama yang diperkirakan terbentuk 200 sampai 300 juta tahun setelah Big Bang,” kata Garth Illingworth, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California, Amerika Serikat.
Galaksi ini, kata Illingworth, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 27 Januari 2010, berusia jauh lebih tua dibanding galaksi yang sudah ditemukan sebelumnya.
“Kami menghabiskan waktu uji coba selama berbulan-bulan untuk memastikan. Kini kami cukup yakin bahwa inilah galaksi tertua yang pernah ditemukan,” kata Illingworth. “Jika dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti kita, ukuran galaksi ini 100 kali lebih kecil,” ucapnya.
Sama seperti pesatnya jumlah bintang yang ditemukan, demikian pula dengan jumlah galaksi. Fakta ini mendukung teori bahwa terbentuknya galaksi ditempa oleh daya tarik gravitasi oleh apa yang disebut dengan dark matter.
Sebagai informasi, astronom mengukur usia bintang menggunakan apa yang disebut dengan redshift. Semakin jauh sinar tersebut berjalan, semakin panjang dan semakin merah menjadi panjang gelombangnya.
Angka redshift yang tinggi mengindikasikan bahwa objek yang memancarkan sinar tersebut berusia tua karena cahaya yang dipancarkan telah menempuh miliaran tahun cahaya untuk tiba di bumi, setelah melewati alam semesta yang terus meluas.
Adapun galaksi yang baru ditemukan itu, yakni UDFj-39546824, ditemukan di sebuah sektor langit berukuran seujung jari yang disebut Hubble Ultra-Deep Field. Ia ditemukan saat Hubble melakukan pemindaian selama 87 jam pada tahun 2009 dan 2010 lalu.
Setelah ditemukan, astronom kemudian menghitung redshift yang ada dan nilainya mencapai 10,3. Galaksi tertua yang ditemukan Oktober lalu oleh sekelompok astronom internasional hanya memiliki nilai redshift sebesar 8,6.
Temuan galaksi baru ini dimungkinkan oleh Wide Field Camera 3 yang dipasang di Hubble Space Telescope oleh astronot NASA pada Mei lalu. Kamera baru itu mendongkrak kemampuan Hubble setidaknya 30 persen dibanding sebelumnya.
Akan tetapi, kemampuan menangkap redshift hingga 10,3 tampaknya merupakan batas maksimal. Untuk menangkap redshift lebih dari itu, astronom tampaknya membutuhkan James Webb Space Telescop yang baru akan diluncurkan NASA pada 2014 mendatang.
Kisah Nyata Dibalik Tragedi Pesawat Challenger
Tidak ada yang kita ketahui dari rencana Allah. Karena Dia telah menentukan segalanya sejak awal, sebagaimana tertulis dalam Kitab Lauh Mahfudz. Maka kewajiban kita adalah semata-mata berikhtiar. Soal hasilnya, itu urusan-Nya....
Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.
Kisah berikut diambil dari kisah nyata tragedi pesawat Challenger. Kisah nyata ini semoga dapat menjadi sumber motivasi bagi kita semua yang mungkin saat ini belum mencapai apa yang anda inginkan atau sedang mengalami sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan.
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan pilot.
Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru.
Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.
Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA.
Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama!
Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu.
NASA memilih Christina McAufliffe!
Aku kalah. Impian hidupku hancur!
Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?
Aku menangis di pangkuan ayahku. Aku merasa remuk-redam. Sangat sedih dan amat kecewa. Dengan bijaksana, ayahku menghibur, seraya memelukku, “Anakku... semua terjadi karena satu alasan....”
Dan alasan itu terwujud pada Selasa, 28 Januari 1986. Saat itu, Aku dan teman-temanku berkumpul untuk menyaksikan peluncuran pesawat ruang angkasa Challenger.
Saat pesawat melewati landasan pacu, Aku mengeluh dalam doa, “Tuhan... padahal aku bersedia melakukan apa saja agar bisa berada di dalam pesawat itu. Tapi mengapa bukan aku yang terpilih untuk berada di sana sekarang ini?”
Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?
Tujuh puluh detik kemudian, Tuhan menjawab doaku dengan dentuman hebat di angkasa. Api terlontar ke segala penjuru. Seluruh mata yang menyaksikan peristiwa itu seketika terbelalak dengan hati tercekat. Pesawat ulang alik Challenger meledak dan menewaskan semua antariksawan yang ada di dalamnya. Aku terkesima dengan hati dan jantung tergugu. Maka terhapuslah keraguanku pada kuasa Tuhan.
Aku teringat kata-kata ayahku,
"Semua terjadi karena suatu alasan."
Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup.
Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua do'aku dikabulkan.
***
Itulah Allah, Al Muqtadir, Dzat Yang Maha Menentukan. Seorang hamba tidak berkuasa menentukan apa yang diinginkannya kecuali dengan izin-Nya. Manusia berkeinginan, berencana, berikhtiar. Perkara "hasil" sepenuhnya mutlak ditangan Allah. Kita dituntut untuk berusaha mewujudkan keinginan dalam batas-batas yang dibenarkan. Tetapi pada saat yang sama, kita juga dituntut untuk bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.
Maka, ketika kita gagal meraih keinginan, kita tidak boleh putus asa, berburuk sangka dan menafikan semua karunia-Nya. Karena kita hanya dituntut untuk melaksanakan kewajiban, dan selanjutnya hanya menanti hasilnya, sebagaimana kehendak dan ketetapan Allah yang telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfudz.
* * *
Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.Kisah berikut diambil dari kisah nyata tragedi pesawat Challenger. Kisah nyata ini semoga dapat menjadi sumber motivasi bagi kita semua yang mungkin saat ini belum mencapai apa yang anda inginkan atau sedang mengalami sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan.
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan pilot.
Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru.
Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA.
Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama!
Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu.
NASA memilih Christina McAufliffe!
Aku kalah. Impian hidupku hancur!
Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?
Aku menangis di pangkuan ayahku. Aku merasa remuk-redam. Sangat sedih dan amat kecewa. Dengan bijaksana, ayahku menghibur, seraya memelukku, “Anakku... semua terjadi karena satu alasan....”Dan alasan itu terwujud pada Selasa, 28 Januari 1986. Saat itu, Aku dan teman-temanku berkumpul untuk menyaksikan peluncuran pesawat ruang angkasa Challenger.
Saat pesawat melewati landasan pacu, Aku mengeluh dalam doa, “Tuhan... padahal aku bersedia melakukan apa saja agar bisa berada di dalam pesawat itu. Tapi mengapa bukan aku yang terpilih untuk berada di sana sekarang ini?”
Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?
Tujuh puluh detik kemudian, Tuhan menjawab doaku dengan dentuman hebat di angkasa. Api terlontar ke segala penjuru. Seluruh mata yang menyaksikan peristiwa itu seketika terbelalak dengan hati tercekat. Pesawat ulang alik Challenger meledak dan menewaskan semua antariksawan yang ada di dalamnya. Aku terkesima dengan hati dan jantung tergugu. Maka terhapuslah keraguanku pada kuasa Tuhan.
Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua terjadi karena suatu alasan."
Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup.
Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua do'aku dikabulkan.
***
Itulah Allah, Al Muqtadir, Dzat Yang Maha Menentukan. Seorang hamba tidak berkuasa menentukan apa yang diinginkannya kecuali dengan izin-Nya. Manusia berkeinginan, berencana, berikhtiar. Perkara "hasil" sepenuhnya mutlak ditangan Allah. Kita dituntut untuk berusaha mewujudkan keinginan dalam batas-batas yang dibenarkan. Tetapi pada saat yang sama, kita juga dituntut untuk bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.
Maka, ketika kita gagal meraih keinginan, kita tidak boleh putus asa, berburuk sangka dan menafikan semua karunia-Nya. Karena kita hanya dituntut untuk melaksanakan kewajiban, dan selanjutnya hanya menanti hasilnya, sebagaimana kehendak dan ketetapan Allah yang telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfudz.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(QS al-Baqarah [2]: 216)
Tuesday, July 26, 2011
Kepanikan Saat Pesawat Ulang-Alik Challenger Meledak
Tragedi ini benar-benar bersejarah dan menjadi berita memalukan bagi NASA. Berikut ini adalah video suasana saat pesawat ulang-alik meledak. Semua tampak takjub dan tidak percaya.
Meledaknya Pesawat Ulang-Alik Challenger
Kebocoran yang terjadi pada roket pendorong menyebabkan Challanger terpecah berkeping-keping
Pada 28 Januari 1986, pesawat ulang-alik Challenger milik NASA meledak saat baru menempuh 73 detik perjalanan dalam mengarungi langit, menuju ruang angkasa.
Tujuh orang astronot tewas seketika. Termasuk satu orang perempuan, Christa McAuliffe, yang diharapkan akan menjadi guru sekolah pertama yang pergi ke luar angkasa.
Dari siaran televisi, terlihat bahwa pesawat itu pecah berkeping-keping dan hilang dari pandangan. Sebenarnya, apa yang terjadi di hari naas itu? Berikut laporan resmi yang diungkapkan oleh badan antariksa AS, NASA, seperti dikutip dari Space, 27 Januari 2010.
Misi STS-51L Challanger adalah pesawat pertama yang diberangkatkan dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center milik NASA di Cape Canaveral, Florida. Pemberangkatan di hari itu merupakan pemberangkatan yang tertunda akibat sejumlah masalah teknis dan cuaca buruk.
Dari investigasi mendalam, diketahui bahwa sebuah segel penutup yang disebut dengan O-ring pada solid rocket booster sebelah kanan pesawat mengalami kerusakan di awal peluncuran.
Akibat rusaknya O-ring, gas panas bertekanan tinggi bisa keluar dari bagian dalam booster. Material yang menguap ini menyembur ke penopang yang menghubungkan solid rocket booster dengan tangki penyimpanan bahan bakar raksasa milik roket pendorong. Semburan menyebabkan kedua alat tersebut rusak.
Pada detik ke-72 setelah peluncuran, terdapat pembakaran secara massal (hampir berupa ledakan) akibat hidrogen yang keluar dari bawah tangki bercampur dengan oksigen cair yang bocor dari bagian tangki yang disebut dengan intertank.
Pada beban aerodinamis akibat kecepatan yang sangat tinggi, Challanger pecah berkeping-keping di samudera Atlantik satu detik kemudian, atau sekitar 1 menit 13 detik setelah peluncurannya.
Dari investigasi lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa cuaca yang sangat dingin berkontribusi terhadap kerusakan segel O-ring. NASA berkesimpulan, dengan temperatur yang sedingin hari itu, pesawat ulang alik sebenarnya tidak aman untuk diluncurkan.
Meski tim investigasi tidak dapat menentukan kapan tepatnya para awak tewas, diperkirakan beberapa astronot mungkin selamat saat Challanger mulai terbelah. Namun demikian, tidak ada yang bisa bertahan dari dampak tumbukan saat kabin pesawat menghempas samudera Atlantik dengan kecepatan 334 kilometer per jam dari ketinggian 19,8 kilometer.
Tidak seperti pesawat tempur, pesawat ruang angkasa ketika itu tidak memiliki sistem penyelamatan diri. Ini membuat astronot di dalam Challanger tidak bisa meninggalkan pesawat saat mulai terdeteksi terjadi kerusakan.
Lubang Besar Muncul di Bawah Tempat Tidur
Hernandez panik bukan kepalang saat mendengar suara ledakan yang mengerikan di dalam rumahnya, di Kota Guatemala. Ia pun segera berlari keluar rumahnya.
"Ketika kami mendengar ledakan keras, kami pikir tabung gas dari rumah tetangga meledak, atau telah terjadi kecelakaan di jalan," kata Inocenta Hernandez, seperti dikutip dari AFP.
"Kami bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi. Seorang pria mengatakan kepada saya bahwa suara itu datang dari rumah saya, dan kami mencari sampai kita menemukannya di bawah tempat tidur saya," terang wanita 65 tahun ini.
Saat itulah Hernandez menemukan sebuah lubang berdiameter sekitar 3 kaki dengan kedalaman sekitar 40 meter berada persis di bawah ranjang. Hernandez bersyukur kejutan di bawah ranjangnya itu tidak lebih besar.
"Terima kasih Tuhan hanya ada kerusakan materi, karena cucu-cucu saya berlarian di sekitar rumah, ke kamar itu dan keluar ke teras," terangnya.
Lubang besar atau yang biasa disebut sinkholes, memang bukan hal aneh di Guatemala. Sebelumnya pada bulan Mei 2010, sebuah lubang sekitar 60 meter dan 100 meter tiba-tiba muncul di daerah tersebut. Lubang tersebut menelan bangunan dan sebuah persimpangan.
Sinkholes adalah runtuhan tanah alami membentuk lubang di permukaan bumi disebabkan oleh proses Karst atau peleburan kimia batuan karbonat atau proses suffosion misalnya di pasir. Sinkholes dapat bervariasi dalam ukuran dari mulai berdiameter 1 sampai 600 meter (3,3 hingga 2.000 kaki) baik dalam diameter dan kedalaman. Sinkholes terbentuk secara bertahap atau tiba-tiba, dan ditemukan di seluruh dunia
Ditemukan Awan Berair Terbesar di Ruang Angkasa
Para astronot menemukan sebuah awan yang mengandung air terbesar di ruang angkasa. Awan ini mengandung 140 triliun liter air dan lebih banyak dari yang ditemukan di Bumi, serta mengambang di sekitar kuasar jauh.
"Ini merupakan awan yang ditemukan paling jauh dan yang tertua. Jaraknya sangat jauh yaitu 12 miliar tahun lalu atau hanya 1.6 miliar tahun setelah Ledakan besar," ungkap astronot, seperti yang dilansir TG Daily, Selasa (26/7/2011).
Awan tersebut merupakan salah satu objek yang dikenal paling kuat di alam semesta dan memiliki keluaran energi matahari sebesar 1.000 triliun. Kekuatannya tersebut berasal dari materi spiral di dalam lubang hitam sepermasif pusat atau sekitar 20 miliar kali lebih besar dari massa matahari.
Jumlah air dalam awan ini setidaknya 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari, atau setara dengan 34 miliar dari massa Bumi.
"Temuan ini sangat menarik. Kami tidak hanya mendeteksi air di jangkauan terjauh dari alam semesta, tapi ini cukup untuk mengisi lautan di Bumi lebih dari 100 triliun," kata profesor Jason Glenn, Asosiasi CU-Boulder.
Pengukuran menunjukan bahwa ada cukup banyak gas yang akan membuat lubang hitam tumbuh menjadi enam kali lebih besar dari ukuran semula. Meskipun, beberapa gas mungkin berakhir dengan membentuk bintang sebagai gantinya atau dikeluarkan dari galaksi kausar sebagai sebuah arus perpindahan.
Pada galaksi Bima Sakti, setidaknya ada 4.000 kali lebih sedikit air gas daripada di kausar. Sementara uap air di Bima Sakti hanya ditemukan di daerah tertentu dengan jarak hanya beberapa tahun cahaya. Sedangkan air di kuasar jauh tampak tersebar pada jarak ratusan tahun cahaya.
Penemuan ini dibuat dengan spektrograf yang disebut Z-Spec, yang beroperasi di sepanjang gelombang milimeter di Caltech Observatorium Submillimeter di Hawaii.
![]() |
| Awan berair |
Awan tersebut merupakan salah satu objek yang dikenal paling kuat di alam semesta dan memiliki keluaran energi matahari sebesar 1.000 triliun. Kekuatannya tersebut berasal dari materi spiral di dalam lubang hitam sepermasif pusat atau sekitar 20 miliar kali lebih besar dari massa matahari.
Jumlah air dalam awan ini setidaknya 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari, atau setara dengan 34 miliar dari massa Bumi.
"Temuan ini sangat menarik. Kami tidak hanya mendeteksi air di jangkauan terjauh dari alam semesta, tapi ini cukup untuk mengisi lautan di Bumi lebih dari 100 triliun," kata profesor Jason Glenn, Asosiasi CU-Boulder.
Pengukuran menunjukan bahwa ada cukup banyak gas yang akan membuat lubang hitam tumbuh menjadi enam kali lebih besar dari ukuran semula. Meskipun, beberapa gas mungkin berakhir dengan membentuk bintang sebagai gantinya atau dikeluarkan dari galaksi kausar sebagai sebuah arus perpindahan.
Pada galaksi Bima Sakti, setidaknya ada 4.000 kali lebih sedikit air gas daripada di kausar. Sementara uap air di Bima Sakti hanya ditemukan di daerah tertentu dengan jarak hanya beberapa tahun cahaya. Sedangkan air di kuasar jauh tampak tersebar pada jarak ratusan tahun cahaya.
Penemuan ini dibuat dengan spektrograf yang disebut Z-Spec, yang beroperasi di sepanjang gelombang milimeter di Caltech Observatorium Submillimeter di Hawaii.
Subscribe to:
Posts (Atom)
